Cak Imin: Ayo Pelajari Kembali Ilmu Astronomi

Featured

Kabar Desa

Link Banner

Cak Imin: Ayo Pelajari Kembali Ilmu Astronomi

Jumat, 29 Januari 2016

IndragiriOne-KETUA Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar menyayangkan banyak umat Islam tak mau tahu lagi soal astronomi. Padahal, jaman dahulu astronomi berjaya di tangan umat Islam.
"Coba, seberapa umat Islam yang sadar kalau lima planet berjajar lurus segaris di angkasa dan bisa dinikmati fenomenanya. Wajar saja, banyak umat Islam tak mau tahu lagi soal astronomi yang dulu berjaya di tangan umat Islam," katanya di Jakarta, Jumat (29/1/2016).
Cak Imin sapaan akrab H Muhaimin Iskandar mengingatkan, selama sebulan ini, dari mulai 20 Jan - 20 Feb 2016, lima planet: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus berada sejajar. Lima planet yang indah sejajar segaris bisa dilihat dengan mata telanjang sejam sebelum matahari terbit.
"Tepatnya, habis sholat Shubuh. Sejajarnya dari ufuk timur ke bulan dan bisa dipandang tanpa teleskop bagi kita di belahan bumi utara dan selatan," katanya.
Cak Imin menyayangkan kalau umat Islam tidak peduli lagi dengan astronomi. Tertinggal jauh oleh orang barat yang rasa ingin tahunya sangat besar. Padahal, kata Cak Imin, ilmu astronomi sangat vital dalam kehidupan umat Islam. Sangat penting banget!.
"Bimana mau nentuin awal dan akhir sebuah bulan seperti awal puasa dan lebaran kalau yang ahli makin sedikit?. Ya, gak usah ngerti sampai dalem kayak astronom. Cukup hobi dan sekadar tahu aja, seperti ngerti soal hilal dan hal-hal kecil lainnya," kata dia.
Cak Imin berkata, soal hilal aja umat muslim masih 'blepotan'. Artinya jarang mengkaji tentang hilal di Indonesia dalam banyak aspek. Sangat minim. Akibatnya selalu terjadi perbedaan dalam menetapkan awal bulan Hijriah di Indonesia. Hampir tiap awal puasa dan lebaran.
"Perbedaan dalam menentukan hilal bagi umat Islam di Indonesia, pertanda kita males bahas hal itu dalam banyak aspek. Mosok, tinggal satu RT, satu RW, awal puasa dan awal lebarannya beda-beda merayakannya," katanya.
Kata Cak Imin, ngamatin benda-benda langit hukumnya harus bagi umat Islam. Kehidupan umat Islam banyak ditentukan pergerakan benda-benda tersebut.
"Kita harus beri ruang di brain space kita untuk sekadar tahu astronomi, ilmu yang pernah berjaya di tangan ilmuwan muslim," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk muslim, visibilitas (rukyat) hilal jadi vital bagi ilmuwan muslim sejak dulu, karena almanak Islam pakai itung-itungan itu.
"Ilmu astronomi kini makin maju dan sepertinya umat Islam agak ditinggalin soal ini. Jangan mau kalah!. Penggunaan hilal sebagai penanda awal bulan dalam almanak Hijriah didasarkan pada hadis Kanjeng Rasul. Artinya harus tahu astronomi," ucap Cak Imin.
Cak Imin lebih lanjut mengajak umat muslim memberi semangat agar makin banyak umat Islam lebih peduli dengan astronomi walau cuma sekadar hobi.
Ia mengingatkan, banyak loh benda-benda langit yang berasal dari nama khasanah Islam, seperti bintang Betelguese, Aldebaran dan sebagainya.
"Nama-nama ilmuwan muslim banyak diberi penghargaan oleh ilmuwan barat sebagai nama benda/tempat di benda-benda langit. Memahami benda-benda langit bisa jadi jalan mudah bagi kita untuk mengagumi kebesaran dan kekuasaan Allah," tutur Cak Imin.